Selasa, 12 Januari 2016

7 hal simple ketika membuka warung sendiri.




Membuka sebuah warung kuliner walupun memiliki tempat sendiri tidaklah mudah. Warung yang dibuat karena kurangnya hasrat yang kuat untuk survive akan menjadi warung asal asalan. Dampaknya tidak akan bertahan lama. Banyak warung yang gulung tikar karena midsetnya ya asal jualan dan tidak serius. Warung tetangga  tempat aku tinggal dah banyak yang tidak berumur panjang. Melihat dari lokasi pada hal bagus dekat pasar desa. Aktifitas manusia yang sangat tinggi sudah menjadi kredit tersendiri.

Mengola warung rumahan walaupun kecil tetaplah  memperhitungkan beberapa aspek aspek  agar bertahan kelangsungan hidupnya. 7 hal simpel mengolola warung rumahan dibawah ini dapat kiranya dijadikan acuan.

warung, simpelPertama. Apa tujuan dan maksud mendirikan warung, apakah sebagai penopang keluarga, apakah karena hobi masak, apakah karena dorongan orang lain, atau karena punya tempat sendiri. Sebaiknya


Kedua. Tempat dan lokasi sangat menentukan apakah banyak lalulalang orang orang beraktifitas? Terus pesaing kita siapa? Jangan sampai buka warung tapi sepi disekitar dengan orang beraktifitas. Juga usahakan tempat yang gampang terlihat. Kalu perlu ada tempat parkir kendaraan.

Ketiga. Produk apa yang akan kita jual? Kuliner jenis apa? Dan siapa pesaing kita? Kalau membuat hal yang sama seperti yang sudah ada disekitar kita lebih baik anda urungkan, karena pasti kalah bersaing dengan yang sudah duluan ada, warung kita tidak akan pernah bisa bersaing. Warung kita jadi sepi kita tidak termotivasi. Akhirnya gulung tikar.

Keempat. Setelah produk ditentukan sekarang price atau harga jual. Berapa kekuatan daya beli masyarakat disekitar kita terus juga  harus melihat harga pesaing kita. Jangan sampe membuat harga yang tidak terjangkau daya beli masyarakat, warung anda tidak akan survive. 

Kelima. Taste atau rasa makanan yang akan dijual tidak berubah ubah ini sangat menentukan. 
Cara yan terbaik adalah dengan menulis menu yang disuguhkan dalam bentuk resep. sehingga takarannnya pasti dan tidak membuat masakan berubah ubah rasanya. Pengolalaan dan juga penampilan saat dihidangkan haruslah menarik orang untuk mencobanya. Sehingga mampu menimbulkan kesan pertama yang menarik.

Keenam. Kebersihan dari warung mesti kita jaga dalam hal ini alat alat yang dipake menghidangkan haruslah bersih, tempat  seperti meja dan kursi untuk menghidangkanpun juga harus bersih, tersedianya fasilitas cuci tangan agar mampu menimbulkan kesan bahwa warung kita warung tidak asal asalan.

Ketujuh. Berikan pelayanan yang ramah, cepat,  walaupaun kadang harga mahal rasa tidak mendukung tapi  bisa tertupi dengan keramahan pelayanan. Misalnya menyapa ketika baru datang. Lalukan sedikit percakapan dengan pembeli ketika dalam penyuguhan. Sempatkan memberikan layanan tambahan extra misalnya dengan memberi krupuk dengan Cuma Cuma, tersedianya air minum dll.

Beberapa hal simple tersebut bisa dijadikan bahan referensi dalam membuka warung sendiri. Warung tidak dibuka asal asalan.  Sehingga kelangsungan warung dapat terjaga. Bisa memberi arti bagi keluarga tidak sekedar buka saja.  Sukur sukur  mampu juga ikut memberi andil sebagai penopang kehidupan keluarga. Usaha keluarga yang menjadi kendala biasanya adalah kelangsungannya kalau tidak punya daya juang dan hasrat kelangsungannya biasanya tidak terlalu lama. Tapi paling tidak sudah mencoba! 



Tidak ada komentar: