Senin, 18 Januari 2016

Kejujuran prilaku sebuah prisai kehidupan


Jujur adalah suatu kata yang sangat gampang diucapkan tapi sangat begitu sukar untuk diterapkan dalam kehidupan. Kenapa? Karena menjadi seorang yang jujur kadang dianggap tidak menguntungkan dalam pergaulan di masyarakat. Benarkah? Wallahualam! Muslim yang jujur dan kuat sangatlah disukai oleh Allah. Kejujuran yang akan membawa kita kearah kehidupan sebuah prilaku yang positif. Mari kita simak sedikit prilaku dan cerita dibawah ini.

Di zaman kekalifahan Umar Bin Khattab sering kali beliau melakukan perjalanan keliling kota Madinah. Beliau pernah mengatakan kepada para  kaum muslim agar senantiasa menjauhi perbuatan curang.

Disuatu saat ketika musim paceklik di Madinah Khalifah Umar berkeliling di malam hari dan melintasi suatu rumah beliau mendengar suatu percakapan seorang Ibu pedagang susu dengan seorang anak gadisnya. Si Ibu pedagang susu mengatakan kepada anak gadisnya untuk mencampur susu yang akan dijual dengan air, agar susu yang akan dijual kelihatan banyak supaya mendapat keuntungan yang lebih besar. Tapi, sang anak menolaknya, dikarenakan Khalifah Umar melarang susu yang dicampur dengan air."Betul tidak seorangpun yang melihat apa yang kita kerjakan, tapi Allah dan para malaikatnya khan tahu. Dan nanti pada saat hari pembalasan kita akan diminta pertanggungan jawabannya, begitu jawab sang anak gadisnya," Mendengar percakapan yang sangat jujur dari anak gadisnya itu Khalifah Umar lalu mengambilnya dan mengangkat menjadi menantunya.

Dari sebuah kisah tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa betapa pentingnya arti sebuah kejujuran. Sebuah kejujuran yang terlahir dari adanya Iman yang kuat dari seseorang kepada sang pencipta yaitu Allah Ta'ala. Kekuatan dan keyakinan yang begitu mengakar, apapun yang kita lakukan walau tak seorangpun yang melihat tapi yakin bahwa segala perbuatan kita dilihat  dan diawasi oleh Allah.

Nabi Muhamad SAW memerintahkan kepada seluruh kaum muslim senantiasa berprilaku dan berbuat jujur dalam setiap tindakannya, serta mengingatkan untuk senantiasa juga menjaga prilaku dan menjauhi perbuatan dusta. Disebutkatkan dan diriwayatkan dalam sebuah hadist"Bersikaplah jujur, karena kejujuran membawa kita kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan ke surga. Maka jauhilah bohong, kebohongan melahirkan kedurjanaan, dan kedurjanaan menyeret ke Neraka (HR.Muslim).

Sudah selakyaknyalah dan seharusnya setiap muslim berpegang dan berprilaku jujur. Jujur adalah merupakan suatu tiara kehidupan. Keyakinan ini hendaknya dipegang teguh. Kejujuran harus dipakai sebagai senjata prisai diri untuk mencegah dari  hal hal yang tidak dirhidoi Allah, sehingga terhindar dari kemurkaan Allah.

Bayangkan apa yang kita lihat prilaku korupsi di masyarakat sudah menjadi kebiasaan, tindakan pencegahan sudah dilakukan dan pelakunya sudah dihukum namun tetapi masih saja ada mereka melakukannya lagi. Prilaku perzinahan yang menghebohkan dilakukan juga lewat kecanggihan IT lewat prostitusi online. Pelanggannyapun orang orang yang justru memiliki kedudukan yang terhormat di masyarakat. Naudzubillah! Perjudian yang sembunyi sembunyi. Mabok mabokan semakin marak terjadi di negri kita tercinta ini. Peran para Ullama, Kyai, Ustadz sangatlah penting dibutuhkan dan terlibat dalam memperbaiki ahlak ini.

Mengutip dari sebuah hadist"Sesungguhnya Allah itu cemburu, cemburunya Allah tatkala seseorang melakukan perbuatan yang diharamkan terhadapnya"(HR.Bukhari-Muslim).

Pertanyaannya mampukah kita jujur kepada diri kita sendiri? Mampukah kita secara istiqomah terus menerus menjaga keyakinan ini? Tidak seorangpun tahu! Manakala waktu dan kondisi keadaan yang kadang memaksa membuat kita dengan sadar mudah melanggarnya. Semoga kita semua adalah termasuk orang orang yang diberi keimanan yang kuat agar apapun yang kita kerjakan di dunia ini terhindar dari melakukan perbuatan perbuatan dusta. Sekecil apapun dusta merupakan hal yang nanti kelak dipertanggung jawabkan kepada sang khalik dihari kiamat nanti.



Tidak ada komentar: