Selasa, 19 Januari 2016
Berbagi untuk menambah rezki
Amron nama seorang pemuda yang tinggal bersebrangan dengan rumah Pondok Pesantren yang lumayan besar untuk sebuah desa kecil. Ayahnya seorang yang memiliki bengkel sepeda motor kecil
kecilan dirumahnya. Namun Karena desakan kebutuhan ekonomi menyebabkan sang ayah mencoba perutungan menjadi seorang sopir truk yang diajak tetangganya. Semenjak menjadi sopir truk Sang ayah kadang pulang seminggu sekali ataupun kadang dua minggu sekali. Bengkelpun jadi terbelengkai tapi sedikit demi sedikit diteruskan oleh Amron. Namun sayangnya dia hanya mampu melayani pelanggan selepas dari pulang sekolah (SMP). Tapi sayangnya faktor ekonomi keluarga menyebabkan Amron putus sekolah ditengah jalan.
Berbekal dengan pengetahuan seadanya dari sang ayah yang dulu tiap hari dibantunya dia melanjutkan usaha bengkelnya dirumah tapi akhirnya tak begitu berjalan dengan mulus, karena sepinya pelanggan. Suatu saat dia mencoba ingin meminta nasehat kepada Pak Kyai Pondok Pesantren yang ada di depan rumahnya mengenai peruntungan nasibnya. Karena sudah kenal obroalanpun jadi akrab.Obrolanpun mulai berlangsung.
"Yai saya ini ingin sekali membesarkan bengkel dirumah peninggalan bapak tapi kok hasilnya hanya pas pasan saja, katanya" Perutungannnya hanya sedikit, saya ingin menambah modal.
" Perkara mencari modal adalah sesuatu yang gampang bagi Allah. salah satunya hendaknya kita senantiasa banyak bersyukur, atas apa yang sudah Allah berikan. Sekecil apupun kalau saja kita mau bersyukur maka Allah akan menambah rezki kita dan meluaskannya menjadi nikmat."
"Bagaimana mau bertambah Kyai hasilnya cuman segitu gitu saja, hasilnya hanya cukup buat pengisi perut serumah." Nada suara Amron kelihatan nada kesal seperti orang yang putus asa. "Kalau saya sekarang mau coba nyeles roti Yai saya mau mencari tambahan, bagaimana peruntungannya." Sang Kyai hanya tersenyum dan mantuk mantuk atas pertanyaan Amron.
"Amron Allah itu maha Kuasa maha tahu apa yang menjadi keinginan hambanya, kamu mau menjadi apa saja Allah pasti berikan rezkinya dan dari jalan apa saja itu sudah menjadi ketetapan yang pasti,"
Kata sang Kyai."Apapun silahkan dikerjakan asal kamu memiliki kemauan untuk mencobanya dan jangan lupa sisihkanlah dari hasil rezki yang Allah berikan baik besar maupun kecil untuk berbagi kepada sesama yang kurang beruntung." Karena kalau kamu mau berbagi Insha Allah rezkimu bertambah!"
Amron tambah pusing, bagaimana mau berbagi kalau dapatnya sedikit pikirnya. "Apa itu ngga salah Yai sudah dapet sedikit terus disisihkan khan jadi berkurang...?" sanggahnya. "Amron Janji Allah itu sudah pasti siapa yang menanam kebaikan karena Allah, Allah akan mengganti dengan 10 kali lipat lebih banyak." Kata sang Kyai. Amron malah semakin pusing mendengar jawaban sang Kyai. Sudah jelas hasil yang didapat sedikit terus disisihkan untuk orang lain. Bagamana mungkin! pikirnya. Setelah itu, Amron akhirnya berpamitan tapi dikepalanya sebenarnya belum begitu paham dengan apa yang di nasehatkan Sang Kyai.
Selagi duduk didepan rumahnya Amron dikejutkan dengan adiknya yang baru pulang dari sekolah, "Kak bisa bantu temen adik dia baru saja gonceng adik dari sekolahan pas pertengahan mau kerumah didorong sepeda motornya karena habis minyaknya." Tanpa pikir panjang Amron yang melihat kedua baju anak sekolahan itu basah dengan keringat akibat teriknya sengat matahari langsung membantunya." Amron jadi teringat nasehat sang kyai, kalau kita mau berbagi maka,,,."
Akhirnya Amron membantu memberikan uang 10ribu untuk membeli minyak eceran nga jauh dari rumahnya. Sang adik begitu senang karena kakaknya membantu temannya itu.
Keesokan harinya sang ayah temen adiknya yang ditolong kemaren datang menghampiri kerumah mau menjemput sang adik untuk diajak bareng bareng berangkat ke sekolah. Sambil menunggu terjadilah obralan dan ucapan trimakasih dari sang ayah yang sudah membantu menolong anaknya. Saat pamit meninggalkan rumah untuk ke sekolah sang ayah teman adiknya menyelipkan satu amplop yang sudah dilipat ke kantong saku Amron. Amron berusaha menolaknya. Tapi sang ayah memaksanya "makasih dik Amron mohon diterima itu buat ganti duit miyak kemaren."
Sepeninggalnya amplop dibuka ternyata isinya 100ribu. Diapun tercengang! Sambil duduk menunggu bengkelnya Amron jadi teringat nasehat Pak Kyai,"Janji Allah itu pasti.." Akhirnya Amron mulai menyadari arti nasehat Pak Kyai"mau sisihkan berbagi, akan menambah rezki....." belum sempat melaksanakan niatnya untuk nyeles roti, Allah sudah memberinya rezki. Allah memberinya dari jalan yang berbeda.
Kadang memang sulit untuk dimasukan kedalam pencernaan otak manusia yang kadang penuh dengan logika dan perhitungannya. Menyebabkan kita menjadi terkukung. Belajar dari peristiwa tersebut menjadikan Amron mulai memahami kalau kita dengan ikhlas mau berbagi dan mau bersyukur tanpa banyak itung itungan sesungguhnya Allah akan memberikan lezatnya sebuah nikmat, sesuai dengan janjinya seperti yang dinasehatkan Sang Kyai kepadanya.
Semoga kita semua mampu belajar dari peristiwa peristiwa yang Allah hadirkan dalam setiap perjalanan hidup kita ini. Allah menghadirkan banyak peristiwa peristiwa dalam kehidupan untuk bisa kita ambil hikmahnya. Menjadi pegangan dan suri teladan dalam kehidupan. Berbagi, bersyukur, bersabar, sesuai anjurannya bila kita mau ikuti sesungguhnya Allah tidak akan diam untuk memberikan nikmatnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar