Di dalam ber interaksi sosial sering kali kita mendapat
penghukuman yang tampak secara nyata di lingkungan, tapi tak pernah ada dalam
wujud hukum tertulis. Seperti terisolirnya kita berhubungan dengan satu
tetangga dengan tetangga yang lain akibat adanya suatu perbuatan kita
sendiri atau ada keluarga yang melakukan
perbuatan kurang menyenangkan dalam berinteraksi dengan lingkungan. Kita
mendapatkan penghukuman tidak terlihat tapi dampaknya langsung dirasakan.
Ketika lisan ini sering usil memberikan komentar yang tidak menyenangkan yang dikerjakan oleh
orang lain, sedangkan kita memberikan pendapat/opini yang tidak menyenangkan
ada orang lain menyampaikan dan di dengar oleh banyak pihak maka inilah awalnya
mulanya kita akan mendapat penghukuman. Hukuman ini akan tampak ketika kita
mempunyai hajad, atau ketika kita mendapat
musibah. Sedikit sekali tetangga dekat kita yang akan datang untuk menengok
berempaty. Seperti orang jawa bilang:”urip iku tergantung tandurane.”
Perbuatan yang kita lakukan di lingkungan kita kadang tidak menunggu sampai ada balasan dari Allah
ketika kita diadili nanti. Tapi nyata secara langsung dapat kita rasakan penghukuman
dari lingkungan sendiri. Suatu perbuatan yang baik akan melahirkan kebaikan dan
suatu perbuatan jelek akan melahirkan kejelekan bagi kita sendiri. Sebagai
orang yang beriman dalam hal berinteraksi sosial dalam masyarakat sebaik sikapyang positif sajalah yang kita kedepankan. Mengapa? Ini akan memproteksi
kita dan keluarga dari suatu
penghukuman.
Sebaiknya tidak terlalu banyak sibuk memberikan penilaian
terhadap orang lain. Serahkan penilaian itu kepada Allah semata, bukankah nanti
beliau sendiri yang memberikan hukuman. Kenapa kita sibuk memberikan penilaian
terhadap seseorang yang belum tentu kebenarannya, akhirnya kita sendiri dan
keluarga mendapat balanya, berupa
pengasingan dalam pergaulan di lingkungan, tentu sangat merugikan bagi kita
bukan?
Dalam pergaulan di lingkungan masyarakat kita perlu jaga sikap untuk
menahan diri akan sesuatu yang kita lihat tapi tidak berkenan dengan hati kita
sendiri. Apa yang ada dalam hati kita
sendiri belum tentu sama dengan apa persepsi orang lain. Sikap menahan diri
atau kontrol diri sangatlah sebaiknya kita jaga. Sehingga selamatlah diri kita
dan keluarga dunia akherat. Hubungan lingkungan terjaga dengan baik, Image
sebuah keluarga juga menjadi baik.
Kesimpulannya kalau kita memang tidak tahu akan kebenaran
suatu masalah sebaiknya tidak usahlah kita ikut nimbrung memberi opini. Kita
tidak tahu akar masalahnya. Sebab ini akan menjadi factor penyebebab utama dari
sebuah penghukuman. Hidup dalam berinteraksi sosial itu perlu pandai pandai memfilter
masalah yang bukan menjadi ranah kita. Sebaiknya sikap mehanan diri perlu
dijaga agar tidak memperlebar masalah. Lingkungan terjaga keluarga tidak
menemukan masalah dalam berinteraksi dengan lingkungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar