Pergi ke tanah suci Mekkah dan Madinah menjadi impian dari setiap
muslim yang ber Iman baik itu ber Umrah ataupun ber Haji, dimanapun di dunia
ini. Sebelumnya pasti anda berfikir walaupun ber iman tapi ngga ada uang mana
mungkin! Upppss…nanti dulu! Uang itu hanya lah effect…ingat hanya effect dari
apa yang kamu kerjakan dan kamu yakini. Nah ke tanah suci itu perlu keyakinan
kuat, perlu tekad yang kuat untuk mencapai impian. Dari keyakinan dan impian melahirkan action atau tindakan untuk
mewujudkan impian. Maka timbulah effect.
Sebagai muslim kita harus punya tekad pergi ke tanah suci Makkah, menunaikan kesempurnaan dari rukun islam, kalaupun kita
belum punya “ngeh” sama sekali ayo coba kita
lihat beberapa hadist ini supaya timbul
rasa “ngeh” anda:
“Janganlah kamu segera
bepergian kecuali ke tiga masjid, Masjidil Haram, Masjiku ini(Masjid Nabawi),
dan Masjid aqsa.”(HR. Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud)
Rasulullah SAW bersabda:
“ Shalat di Masjidku (
Nabawi) ini lebih utama dari 1000 kali shalat ditempat lainnya, kecuali pada
Masjidil Haram. Dan shalat di Masjidil Haram lebih utama dari 100.000 shalat
dtempat lainnya.”(HR. Imam Ahmad).
“Haji ke haji, Umrah ke
Umrah menghapuskan dosa yang terdapat di antara keduanya.”(HR. Al Jama’ah).
Nah kita tidak disuruh kalau sudah diberi rezki berlebihan itu untuk
plesiran dulu seperti misalnya eropa, china daratan, Australia tapi disuruh ke
tiga masjid( Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Masjid aqsa) ada apa? Lihatlah
shalat di masjid Nabawi diganjar
dengan 1000 kali pahala dan shalat di Masjidil Haram diganjar dengan 100.000 kali pahala. Bayangkan kita shalat 5 waktu ditambah shalat
sunnah lainnya kita tinggal mengalikan saja berapa pahala yang didapat dibanding
kalau kita shalat sendiri dirumah. Kalau kita shalat sendiri dirumah tanpa
bolong bolong dalam setahun ( 5 X 365 = 1825 pahala). Untuk mencapai 100.000
kali pahala sekali shalat di Masdidil Haram dibandingkan shalat dirumah(
100.000:1825 = 55 thn) jadi butuh usia 55 thn, itupun shalatnya tidak bolong
bolong, coba saja bayangkan!
Masihkah kita tidak ingin mengejar untuk pergi kesana? Mari lihat lagi hadist berikut ini:
“Laksankanlah haji dan
umrah, karena keduanya menghapuskan kefakiran dan dosa sebagaimana api
menghilangkan karat dari besi, emas, perak.
Sementara tak ada pahala bagi haji yang mabrur selain surga”(HR.
Tirmidzi).
Umrah dan haji adalah juga mencegah kefakiran sedangkan haji
mabrur ganjarannya adalah surga. Sudah
banyak yang merasakan setelah ber
umrah/Haji , kehidupannya penuh berkah dan rezki yang lancar dan bertambah, kehidupan yang
adem ayem dan makin giat dan tekun lagi dalam menunaikan ibadah kepada Allah
SWT.
Mari kita canangkan tekad untuk segera berangkat ke tanah suci Makkah kalaupun sudah mendaftar haji masih menungu antrean, sambil menunggu antrean saya
sarankan pergi umrah saja dulu. Kenapa? Pada waktu kita umrah itulah bermunajad
agar Allah izinkan antrean haji dipercepat. Kalau di otak manusia tidak mungkin
tapi kalau Allah sudah meng izinkan tidak ada yang tidak mungkin. Ayo segera
ambil tindakan! !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar