Jumat, 22 Januari 2016

Mengubah wawasan sedekah- ku

“Saya itu kalau sakit selain berikhtiar berobat, sepulangnya  saya selalu sempatkan bersedekah kepada para tukang becak yang ada didepan rumah sakit, dan para pengemis pinggir jalan” karena sedekah seperti  itu mampu mempercepat proses kesembuhan dan menolak bala. Kata Pak Kyai pengasuh pondok pesantren deket rumah dalam ceramahnya pada satu malam pengajian majelis Taklim.” Ne sampean itu sedekah usahakan yang istiqomah, Jangan sedekah hari ini besar, besok tidak, karena  tidak punya  yang disedekahkan.” Sambungnya.

Hee..he..he jadi malu sama diri sendiri  kaya ditampar rasanya, karena selalu menetapkan hari jumat aza yang penuh berkah  pada hari itu saja khusus menggenjotnya. Hari lainnya bolong semua. “Usahakan ne bisa setiap hari sedekah terserah apa saja apalagi pas diwaktu dalam kesempitan bersedekahlah.” Terngiang ngiang di telinga. Akhirnya buka buka kitab dan hadistlah jadinya
.
“Siapa saja yang mengerjakan amal shaleh( pahalanya) untuk dirinya sendiri”(Q.S. Fushilat 46)

Setiap persendian manusia wajib disedekahi, setiap hari yang padanya matahari terbit. Beliau berkata: “Mendamaikan antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah, membantu seseorang dalam masalah  kendarannya lalu menaikannya ke atas kendaraannya atau mengangkat barang bawaannya ke atas adalah sedekah. Beliau bersabda, “Mengucapkan kalimat baik baik adalah sedekah, setiap langkah yang dia bejalan menuju masjid untuk sholat adalah sedekah, dan menyingkirkan ganguan dari jalan adalah sedekah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dari hadist diatas ternyata bersedekah ngga cuman fulus atau barang saja, setiap segala sesuatu perbuatan baik adalah  bernilai sedekah. Nah dah tahu sekarang ngga cuman harta saja yang bisa disedekahkan, prilaku baik, pikiran, tenaga,  juga termasuk menjadi investasi sedekah  menuju kebahagian hidup alias tabungan akherat kita kelak.

“Setiap perbuatan baik adalah sedekah.”(HR.Bukhari)

Sharing pikiran, saling memberi nasehat misalnya dengan membantu usaha temen atau tetangga supaya maju. Melakukan diskusi dalam kelompok kelompok organisasi disertai memotivasi ternyata  termasuk sedekah sesuai hadist diatas. Ternata tidak sukar ya..bersedekah.  Membantu di masyarakat sekeliling anda dengan cara ikut terlibat dalam penyelesaian masalah akan menjadi tabungan amal baik yang nanti berguna sebagai pembela disaat saat mengalami kesulitan baik dunia maupun akherat.

Bersegeralah dan jangan pernah tunda setiap kita mau berbuat kebaikan ( aduh kok jadi seperti ustadz aja)  amal baik kita akan  mengawal  setiap kita mencari rezki Allah, bisa juga katanya menjadi pelindung untuk tidak mengerjakan ha hal yang tidak baik. Wawasan ku jadi merubah sekarang.

Setelah banyak baca dari berbagai sumber dan pengalaman mereka yang rajin bersedekah tak satupun kehidupannya  menjadi jatuh miskin bahkan mereka menjadi orang yang derajatnya diangkat oleh Gusti Allah.  Boleh dikatakan mereka tidak pernah dipertemukan dengan sesuatu yang menyulitkan hidupnya. Kalau ditulis disini jadi ngga muat deh….Tapi setelah jadi orang mereka tambah kenceng tuh sedekahnya. Bagaiman dengan kita?  Yuk ikutan bersedekah…..! Trimakasih Pak Kyai tanpa pencerahannya aku tak jadi terbuka wawasannya..



Tidak ada komentar: