Senin, 25 Januari 2016

Mari kita suburkan bersama sholat jamaah


Dari kecil kalau kita perhatikan sering sekali para guru guru ngaji, para khotib, menyerukan kepada kita untuk mengerjakan shalat berjamaah. Karena faedah mengerjakan shalat ber jamaah ganjaran pahalanya sudah jelas 27 x daripada kita mengerjakan shalat sendiri dirumah. Namun sering kali kita tidak bisa atau masih bermalas malas menuanaikan karena bermacam macam alasan. Utamanya alasan pekerjaan, atau kadang aturan atau policy dari perusahaan bagi mereka yang menjadi karyawan yang tidak mengizinkannya, biasanya ini ada di perusahaan swasta. Meskipun tidak semuanya.  Mari kita simak  sedikit riwayat dan kisah kisah dibawah ini mengapa sholat ber jamaah dianjurkan.

Imam Hakim dalam kitabnya meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menyebutkan “Tiga orang yang dilaknat Allah, salah satu diantaranya adalah orang yang ketika adzan diserukan tetapi tidak memenuhi panggilannya.”

Diriwayatkan oleh Imam Thabarani bahwa Abdullah bin Mas’ud radiyallahu anhu berkata, “ Cukuplah sebagai tanda kemalangan dan kegagalan seorang muslim, jika dia ketika mendengar suara adzan untuk sholat, tetapi dia tidak datang memenuhi panggilannya.”

Ibnu Maktum radiyallahu anhu perna menemuai Rasulullah dengan berkata,”Ya Rasulullah, sesungguhnya di kota Madinah ini banyak binatang buas, rumahku jauh, sedangkan juga aku buta dan tidak memiliki seorang yang dapat menuntunku, bolehkah aku sholat di rumah?”

Rasulullah shallalahu a’laihi wasallam bertanya, “Apakah engakau mendengar suara adzan?”  “Ya jawabnya. Rasulullah pun berkata: “ Penuhilah panggilannya. Aku tidak ada melihat adanya keringanan bagimu.”

Dikatakan bahwa nanti di hari kiamat akan ada sekelompok manusia dikumpulkan dengan wajah laksana bintang. Para malaikatpun  terkagum kagum seraya bertanya, “Apakah amal kalian sewaktu di dunia? Mereka menjawab, “ Dahulu ketika di dunia, apabila kami mendengar suara adzan, kami segera bersuci. Tidak ada yang menyibukan kami selain dari itu.”

Malikat berkata, “Kalau begitu, kalian pantas memperoleh karunia ini. Masuklah kalian ke surga sesuai amal kalian.”

Lalu dikumpulkan lagi sekelompok manusia dengan wajah seperti bulan. Para malaikat bertanya, “Apa sesungguhnya amal kalian?” Meraka menjawab, “Dahulu kami sebelum masuk waktu sholat, kami telah ber wudhu.”

Malaikat berkata, “Kalau begitu, kalian pantas memperoleh karunia ini. Masuklah kalian  surga sesuai amal kalian.”

Adalagi sekelompok manusia yang dikumpulkan dengan wajahnya seperti matahari. Para malaikat pun terkagum kagum melihatnya, lalu bertanya, “Apa sesungguhnya amal kalian ketika di dunia? Mereka menjawab, “Dahulu ketika adzan diserukan, kami telah berada didalam masjid.”

Malaikat berkata, “Kalian memiliki kedudukan paling tinggi sekali dan berparas elok, kalian pantas memperoleh karunia ini. Masuklah kalian ke surga sesuai dengan amal yang kalian.”

Nah dari kisah kisah tersebut semoga kita bisa mengambil manfaatnya. Apakah kita akan masih menunda nunda ketika adzan datang menyeru. Mari kita perbaiki dan bangun serta mau mengusahakan sebisanya untuk senantiasa menunaikan sholat berjamaah, baik itu dengan keluarga dirumah, atau di langgar dan atau sebisanya di masjid terdekat dari rumah. Semoga kisah kisah diatas mampu memberikan kesadaran bagi kita, suburkan dan bangun motivasi yang kuat dalam ber jamaah.(Ahmad.Z)






Tidak ada komentar: