Dari kecil kalau kita perhatikan sering sekali para guru guru
ngaji, para khotib, menyerukan kepada kita untuk mengerjakan shalat berjamaah.
Karena faedah mengerjakan shalat ber jamaah ganjaran pahalanya sudah jelas 27 x
daripada kita mengerjakan shalat sendiri dirumah. Namun sering kali kita tidak
bisa atau masih bermalas malas menuanaikan karena bermacam macam alasan.
Utamanya alasan pekerjaan, atau kadang aturan atau policy dari perusahaan bagi
mereka yang menjadi karyawan yang tidak mengizinkannya, biasanya ini ada di
perusahaan swasta. Meskipun tidak semuanya.
Mari kita simak sedikit riwayat
dan kisah kisah dibawah ini mengapa sholat ber jamaah dianjurkan.
Imam Hakim dalam kitabnya meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi
wasallam menyebutkan “Tiga orang yang dilaknat Allah, salah satu diantaranya
adalah orang yang ketika adzan diserukan tetapi tidak memenuhi panggilannya.”
Diriwayatkan oleh Imam Thabarani bahwa Abdullah bin Mas’ud
radiyallahu anhu berkata, “ Cukuplah sebagai tanda kemalangan dan kegagalan
seorang muslim, jika dia ketika mendengar suara adzan untuk sholat, tetapi dia
tidak datang memenuhi panggilannya.”
Ibnu Maktum radiyallahu anhu perna menemuai Rasulullah
dengan berkata,”Ya Rasulullah, sesungguhnya di kota Madinah ini banyak binatang
buas, rumahku jauh, sedangkan juga aku buta dan tidak memiliki seorang yang
dapat menuntunku, bolehkah aku sholat di rumah?”
Rasulullah shallalahu a’laihi wasallam bertanya, “Apakah
engakau mendengar suara adzan?” “Ya
jawabnya. Rasulullah pun berkata: “ Penuhilah panggilannya. Aku tidak ada melihat
adanya keringanan bagimu.”
Dikatakan bahwa nanti di hari kiamat akan ada sekelompok
manusia dikumpulkan dengan wajah laksana bintang. Para malaikatpun terkagum kagum seraya bertanya, “Apakah amal
kalian sewaktu di dunia? Mereka menjawab, “ Dahulu ketika di dunia, apabila
kami mendengar suara adzan, kami segera bersuci. Tidak ada yang menyibukan kami
selain dari itu.”
Malikat berkata, “Kalau begitu, kalian pantas memperoleh
karunia ini. Masuklah kalian ke surga sesuai amal kalian.”
Lalu dikumpulkan lagi sekelompok manusia dengan wajah seperti
bulan. Para malaikat bertanya, “Apa sesungguhnya amal kalian?” Meraka menjawab,
“Dahulu kami sebelum masuk waktu sholat, kami telah ber wudhu.”
Malaikat berkata, “Kalau begitu, kalian pantas memperoleh
karunia ini. Masuklah kalian surga sesuai
amal kalian.”
Adalagi sekelompok manusia yang dikumpulkan dengan wajahnya
seperti matahari. Para malaikat pun terkagum kagum melihatnya, lalu bertanya, “Apa
sesungguhnya amal kalian ketika di dunia? Mereka menjawab, “Dahulu ketika adzan
diserukan, kami telah berada didalam masjid.”
Malaikat berkata, “Kalian memiliki kedudukan paling tinggi
sekali dan berparas elok, kalian pantas memperoleh karunia ini. Masuklah kalian
ke surga sesuai dengan amal yang kalian.”
Nah dari kisah kisah tersebut semoga kita bisa mengambil
manfaatnya. Apakah kita akan masih menunda nunda ketika adzan datang menyeru.
Mari kita perbaiki dan bangun serta mau mengusahakan sebisanya untuk senantiasa menunaikan
sholat berjamaah, baik itu dengan keluarga dirumah, atau di langgar dan atau
sebisanya di masjid terdekat dari rumah. Semoga kisah kisah diatas mampu memberikan kesadaran bagi kita, suburkan dan bangun motivasi yang kuat dalam ber jamaah.(Ahmad.Z)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar