Kamis, 28 Januari 2016

Mengingatkan adanya alam kubur

Pagi ini habis shalat shubuh berjamaah takmir masjid mengambil mikopun mengucapkan..”Inna Lillahi wa inna ilaihi raji'un” telah berpulang tadi pagi Bapak Sukar ke rahmatullah Ayahnda dari Bapak Budi semoga beliau mendapat tempat yang baik disisinya dan segala amalnya diterima oleh Allah SWT…Aamiin.”  Pengumuman itu mengingatkan  kita insan insan yang ber iman bahwa kita juga akan menyusulnya, tinggal menunggu jadwal waktu. Apakah kita sudah siap? Bekal apa yang akan kita bawa? Apakah amalan baik ataukah amalan buruk?

 Firman Allah :“Setiap yang hidup (berjiwa )  pasti akan merasakan mati” ( Surah Ali  Imran ayat 185 )

Kalau sudah sampai ketentuan Allah ini tak satupun yang mampu mengundurkannya kita semua akan menjadi bangkai yang tidak bernyawa lagi. Ya.. yang bernyawa akan menemui ajalnya berupa kematian. Yang kaya, miskin, tua, besar kecil, shaleh dan shaleha semuanya pasti akan mati dan tak akan kembali lagi, yang hanya masih hidup dan kekal hanyalah zat yang memiliki kemuliaan dan maha kuasa dialah  Allah SWT. Dialah suatu zat yang menciptakan kehidupan dan kematian  bagi yang terpuji dan terbaik bagi setiap insan didunia ini.Lalu apakah yang menjadi persiapan kita? Apakah kita masih terus ingin menumpuk harta yang tiada habisnya? Apakah kita belum puas dengan harta yang sudah ada? Ataupun menimbun dosa?

Rasulullah pernah bersabda: Kuburan adalah tempat pertama dari beberapa tempat di akherat, jika kamu selamat darinya, maka sesudahnya akan lebih mudah darinya, dan jika kamu tidak selamat, maka akan lebih berat darinya.”

Dikatakan bahwa setiap Orang yang ber iman akan selamat dari siksa kubur dan bagi nereka yang tak ber iman adalah awal dari kehancurannya lebih lebih lagi orang yang munafik. Alam kubur adalah alam yang benar adanya dimana kita akan dituntut untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan kita selama hidup di alam dunia ini. Alam kubur adalah alam yang menjadi jembatan antara alam dunia yang fana dan alam akherat yang kekal lagi abadi.

Alkisah, ketika sayyidatuna Fatimah binti Rasulullah shallallahu alaihi wassalam wafat setelah penguburannya, Abu Dzar Al Ghfari berdiri seraya berkata, “Wahai kuburan, tahukah engakau siapa yang kami kubur? Beliau adalah anak perempuan dari Rasulullah shallallahu alaihi wassalam, istri Ali bin abi Thalib, Ibunda Hasan dan Hussain radhiyallahu anhum”

Setelah mengatakan demikian terdengar suara dari alam kubur, “Saya bukanlah tempat untuk orang orang yang bernasab dan keturunan mulia. Tetapi saya adalah tempat bagi amal shaleh dan kebaikan kebaikan. Oleh karenanya, tidak aka ada yang selamat dari saya, kecuali orang orang yang banyak melakukan kebaikan, selamat hatinya, dan ikhlas amalnya.’’

Kiasah diatas dapat kita jadikan renungan, sesungguhnya dunia yang ramai ini bukanlah tujuan akhir kita. Kita masih ditunggu dan dinantikan oleh kedua alam, yakni alam kubur dan alam akherat. Dua alam sudah kita lalui alam kandungan ketika kita masih dalam perut bunda, dan alam dunia yang kita nikmati sekarang ini. Kematian bukanlah akhir dari kehidupan tapi awal dari kehidupan sebenarnya. Apakah nanti kita akan mencicipi manisnya kebahagiaan atau perihnya kesengsaraan di alam kubur, semuanya tergantung dari segala perbuatan kita di selama dunia ini. Semuanya akan terbalas pada saat kita ada di alam kubur.

Mari kita persiapkan dan kita imbangkan antara kedidupan dunia dan kehidupan akherat selama masih diberikan pinjaman nafas. Lakukan amal amal kebaikan sebagai persiapan bekal kita di alam yang berikutnya jangan sampai terlena dengan kehidupan dunia yang melenakan ini. Mari kita kejar amalan amalan untuk menggapai kehidupan dunia dan akherat sebagai persiapan menjelang ajal tiba yang kita tak pernah tahu jadwalnya. Akhir kata kematian adalah suatu perkara yang perlu diingatkan bukan untuk ditakuti. Membaca bahasan tentang kematian serta alam kubur adalah suatu cara mengingatkankita untuk menambah ilmu agar kita lebih siap menghadapinya. Sekian semoga bermanfaat. Aamiin.




Tidak ada komentar: