Sabtu, 02 Januari 2016

Membayar kesulitan dengan ngutang

Dalam keaadan tertekan, tersulit, terhimpit dengan persoalan persoalan hidup manusia sering kali mencari solusi dengan cara cara instant. Tidak mau pusing pusing'bersabar.'  Apalagi di zaman sekarang banyak perusahan menawarkan dagangannya dengan cara menarik, dengan embel embel
bisa di kredit. Manusia yang mementingkan gengsi, life style, terbawa oleh arus nafsunya.

Membayar kesulitan dengan hutangLingkungan sangat besar memberikan pengaruh, utamanya hidup dalam suatu masyarakat perumahan hanya gengsi dengan tetangga lalu menununjukkan diri seolah olah kita mampu membeli HP mahal, Mobil baru, Motor baru, TV, Kulkas,  pada hal hampir semua barang yg ada hasil dari ngutang alias kredit. Tahukah anda setiap kita berhutang utamanya seorang muslim yang dalam pengembalian utangnya ada keuntungan disitu ada yang disebut Riba?


Menurut para ulama dosa yang disandang oleh orang yang melakukan Riba itu melebihi kalau kita berbuat zina (36X) dan disamakan juga dengan menzinahi ibu kandung kita sendiri, di akhirat dosa orang yang masih punya utang jiwanya menggantung disiksa, Astaghfirullah!!
Masihkah kita mau mempertahankan gengsi, life style kita? Demi mempertahankan gengsi akhirnya menjadi beban hidup, yang bisa menyebakan Stress berkepanjangan, bunuh diri karena malu, dikejar kejar oleh debt collector, bahkan mencerai beraikan kihidupan rumah tangga yang kita bangun. Kenapa kita buat hidup kita sendiri tidak tenang?

Marilah kita jalani hidup ini dengan penuh kesabaran, bukankah kita disuruh menghadapi segala sesuatu dengan sabar. Katanya hidup itu adalah pilihan, terserah pola pikir dari masing masing individual yang mau menjalaninya. Kalau bisa memilih saya pribadi lebih memilih hidup yang tenang tak menaggung banyak beban hidup. Tulisan ini dibuat hanyalah sebagai masukan terserah silahkan anda sendiri yang memilihnya.

Tidak ada komentar: