Selasa, 02 Februari 2016

7 Kebiasaan penghalang rezki datang

Sesuatu yang menjadi kebiasaan yang kita kerjakan kadang tanpa disadari menyebabkan rezki kita terhalang. Kenapa tidak kita sadari? Apa saja kebiasaan kebiasaan yang mampu menutup rezki kita? Darimana saja datangnya? Mari kita lihat beberapa kebiasaan yang kita kerjakan dibawah ini:

Pertama.  Ghibah atau banyak bergunjing.

 Membicarakan orang lain yang dibicarakan orangnya tidak ada ditempatnya yang nanti apabila mendengarnya menyebabkan yang dibicarakan menjadi tidak senang, entah sikapnya, rezkinya, tingkah lakunya, pakaiannya, bahkan sampai kejelekannya dibicarakan seolah orang tidak ada baiknya sama sekali. Kenapa kita sibuk mengurus kehidupan orang lain? Tanpa disadari kadang diri ini tidak lebih baik daripada orang yang dibicarakan. Biasanya banyak terjadi pada kaum hawa atau mereka yang hidup di perumahan perumahan. Daripada  banyak bergunjing kenapa tidak digunakan untuk memperbaiki diri kita sendiri.

Kedua. Riya’ atau suka menojolkan barang barang miliknya.

Eh..mau lihat ngga aku punya sofa baru harganya…..eh mau lihat ngga aku punya tas, jam tangan, baju, sepatu dll. ini belinya di luar negeri harganya…… Sifatnya mengharapkan pujian dari orang banyak. Bukannya dibawa bersyukur atas anugrah dan nikmat yang sudah diberikan, dan digunakan di jalan Allah melainkan ingin dipuji puji bahwa dirinya mampu.

Ketiga. Sangat suka sekali dengan Materi.

Suka dengan gaya hidup yang bermewah mewahan. Mendewakan kepemilikan harta yang berlebihan, suka foya foya dan bersenang senang tanpa ada perasaan peka bahwa masih ada saudara yang masih hidup dalam kekurangan seolah olah harta yang dihasilkan adalah hasil kerja kerasnya semata tanpa melibatkan sang pemberi rezki yaitu Allah SWT.

Keempat. Banyak mengeluhnya.

Barang dagangan sedikit pembelinya mengeluh, makanan dihidangkan dirumah rasanya ngga enak mengeluh, ngga dapat banyak job mengeluh, segala yang tak menyenangkan hatinya selalu mengeluh. Ini sama saja dengan meremehkan dan mengecilkan arti pemberian Allah.

Qu’ran menjawab: “Janganlah kamu bersifat lemah dan jangan pula kamu bersedih hati, pada hal kamulah orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang orang yang beriman.”(Surah Al-Imran ayat 139)

Kelima. Gampang tersulut emosinya atau marah.

Tidak bisa menerima maaf dari kesalahan orang lain yang tanpa sengaja merusak miliknya, dengan sikap emosi yang tak terkontrol dan memarahi dan memaki maki orang lain. Tak bisa menerima kondisi atas kejadian yang menimpanya. Gampang emosinya tersulut atas hasutan orang lain.

Kelima. Makan makanan yang tidak halal.

Utamanya di zaman sekarang ini makan makanan dari sumber hasil korupsi atau gratifikasi, riba atau memakan makanan yang dilarang seperti bangkai, darah dan atau makanan yang disembelih tanpa menyebut nama Allah. Yakinkan bahwa apapun makanan yang masuk kedalam tubuh kita berasal dari hasil yang bersumber dari yang halal, tidak merugikan orang lain.

Keenam. Kurang menjaga kebugaran tubuh.

Hendaknya kita bagi dan pergunakan dengan sebaik baiknya waktu yang sudah diberikan sebesar 24 jam yang sama ke setiap orang. Disini maksudnya kurang memperhatikan kesehatan tubuh seperti berolah raga, agar terjaganya metabolisme tubuh yang baik, tercipta tubuh yang sehat yang bisa digunakan untuk hal hal yang positive. Jangan sampai dibawa begadang dan mabo mabokan sehingga tubuh menjadi lemah dan gampang terserang penyakit. Kalau kita sakit sakitan upaya atau ikhtiar untuk menjemput rezki Allah menjadi terhalang.

Ketujuh.  Hubbud-dunya atau Gila dunia atau Cinta Dunia.

Rasullulah bersabda : “Apabila ummatku sudah mengagungkan dunia maka akan dicabutlah kehebatan islam, dan apabila mereka meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar, maka akan diharamkan keberkahan wahyu, dan apabila ummatku saling mencaci, maka jatuhlah mereka dalam pandangan Allah.”(HR. Hakim dan Tirmidzi).

Terlalu mementingkan kehidupan dunia sehingga kita melalaikan kewajiban kewajiban ibadah yang harus kita kerjakan seperti mengerjakan shalat wajib 5 kali sehari. Berlama lama ngobrol ditempat seperti CafĂ©, Kedai Kopi, Starbucks, yang semuanya ada fasilitas  WiFi nya, atau ada NOBAR. Sehingga ketika adzan tiba kita asyik saja ngobrol dan tidak menghiraukan panggilan Allah untuk menunaikan kewajiban kita kepada Allah untuuk shalat. Kita mampu ngobrol berjam jam sedangkan waktu untuk Allah hanya kita berikan cuman less than 5 minutes.

Kalau kita masih sering mengerjakan hal hal yang disebutkan diatas sungguh rasanya malu diri ini meminta  dan memohon keberlimpahan rezki darinya. Kita harus punya rasa malu di hati kalau hal hal diatas masih ada, dan tak mampu kita delete dari dalam hati kita. Cobalah mulai dari sekarang kita ayo kita kikis perlahan perlahan penghalang penghalang rezki dan kita jauhkan. Sehingga kita menjadi insan yang ber akhlaq mulia, berjiwa seimbang dan berfungsi akalnya secara optimal.



Tidak ada komentar: