Sesuatu yang menjadi kebiasaan yang kita kerjakan kadang
tanpa disadari menyebabkan rezki kita terhalang. Kenapa tidak kita sadari? Apa
saja kebiasaan kebiasaan yang mampu menutup rezki kita? Darimana saja
datangnya? Mari kita lihat beberapa kebiasaan yang kita kerjakan dibawah ini:
Pertama. Ghibah
atau banyak bergunjing.
Membicarakan orang
lain yang dibicarakan orangnya tidak ada ditempatnya yang nanti apabila
mendengarnya menyebabkan yang dibicarakan menjadi tidak senang, entah sikapnya,
rezkinya, tingkah lakunya, pakaiannya, bahkan sampai kejelekannya dibicarakan
seolah orang tidak ada baiknya sama sekali. Kenapa kita sibuk mengurus kehidupan
orang lain? Tanpa disadari kadang diri ini tidak lebih baik daripada orang yang
dibicarakan. Biasanya banyak terjadi pada kaum hawa atau mereka yang hidup di
perumahan perumahan. Daripada banyak
bergunjing kenapa tidak digunakan untuk memperbaiki diri kita sendiri.
Kedua. Riya’ atau suka menojolkan barang barang miliknya.
Eh..mau lihat ngga aku punya sofa baru harganya…..eh mau
lihat ngga aku punya tas, jam tangan, baju, sepatu dll. ini belinya di luar
negeri harganya…… Sifatnya mengharapkan pujian dari orang banyak. Bukannya
dibawa bersyukur atas anugrah dan nikmat yang sudah diberikan, dan digunakan di
jalan Allah melainkan ingin dipuji puji bahwa dirinya mampu.
Ketiga. Sangat suka sekali dengan Materi.
Suka dengan gaya hidup yang bermewah mewahan. Mendewakan
kepemilikan harta yang berlebihan, suka foya foya dan bersenang senang tanpa
ada perasaan peka bahwa masih ada saudara yang masih hidup dalam kekurangan
seolah olah harta yang dihasilkan adalah hasil kerja kerasnya semata tanpa
melibatkan sang pemberi rezki yaitu Allah SWT.
Keempat. Banyak mengeluhnya.
Barang dagangan sedikit pembelinya mengeluh, makanan dihidangkan
dirumah rasanya ngga enak mengeluh, ngga dapat banyak job mengeluh, segala yang
tak menyenangkan hatinya selalu mengeluh. Ini sama saja dengan meremehkan dan
mengecilkan arti pemberian Allah.
Qu’ran menjawab: “Janganlah kamu bersifat lemah dan jangan pula kamu
bersedih hati, pada hal kamulah orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu
orang orang yang beriman.”(Surah Al-Imran ayat 139)
Kelima. Gampang tersulut emosinya atau marah.
Tidak bisa menerima maaf dari kesalahan orang lain yang
tanpa sengaja merusak miliknya, dengan sikap emosi yang tak terkontrol dan
memarahi dan memaki maki orang lain. Tak bisa menerima kondisi atas kejadian
yang menimpanya. Gampang emosinya tersulut atas hasutan orang lain.
Kelima. Makan makanan yang tidak halal.
Utamanya di zaman sekarang ini makan makanan dari sumber hasil
korupsi atau gratifikasi, riba atau memakan makanan yang dilarang seperti
bangkai, darah dan atau makanan yang disembelih tanpa menyebut nama Allah.
Yakinkan bahwa apapun makanan yang masuk kedalam tubuh kita berasal dari hasil
yang bersumber dari yang halal, tidak merugikan orang lain.
Keenam. Kurang menjaga kebugaran tubuh.
Hendaknya kita bagi dan pergunakan dengan sebaik baiknya
waktu yang sudah diberikan sebesar 24 jam yang sama ke setiap orang. Disini
maksudnya kurang memperhatikan kesehatan tubuh seperti berolah raga, agar
terjaganya metabolisme tubuh yang baik, tercipta tubuh yang sehat yang bisa
digunakan untuk hal hal yang positive. Jangan sampai dibawa begadang dan mabo
mabokan sehingga tubuh menjadi lemah dan gampang terserang penyakit. Kalau kita
sakit sakitan upaya atau ikhtiar untuk menjemput rezki Allah menjadi terhalang.
Ketujuh. Hubbud-dunya atau Gila
dunia atau Cinta Dunia.
Rasullulah bersabda : “Apabila ummatku sudah mengagungkan dunia maka
akan dicabutlah kehebatan islam, dan apabila mereka meninggalkan amar ma’ruf
nahi munkar, maka akan diharamkan keberkahan wahyu, dan apabila ummatku saling
mencaci, maka jatuhlah mereka dalam pandangan Allah.”(HR. Hakim dan Tirmidzi).
Terlalu mementingkan kehidupan dunia sehingga kita
melalaikan kewajiban kewajiban ibadah yang harus kita kerjakan seperti
mengerjakan shalat wajib 5 kali sehari. Berlama lama ngobrol ditempat seperti
Café, Kedai Kopi, Starbucks, yang semuanya ada fasilitas WiFi nya, atau ada NOBAR. Sehingga ketika
adzan tiba kita asyik saja ngobrol dan tidak menghiraukan panggilan Allah untuk
menunaikan kewajiban kita kepada Allah untuuk shalat. Kita mampu ngobrol berjam
jam sedangkan waktu untuk Allah hanya kita berikan cuman less than 5 minutes.
Kalau kita masih sering mengerjakan hal hal yang disebutkan
diatas sungguh rasanya malu diri ini meminta
dan memohon keberlimpahan rezki darinya. Kita harus punya rasa malu di
hati kalau hal hal diatas masih ada, dan tak mampu kita delete dari dalam hati
kita. Cobalah mulai dari sekarang kita ayo kita kikis perlahan perlahan penghalang penghalang rezki dan kita jauhkan. Sehingga kita menjadi insan yang ber akhlaq mulia, berjiwa seimbang
dan berfungsi akalnya secara optimal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar