Sabtu, 06 Februari 2016

Sejauh mana teguhnya iman anda


Kalau kita membaca kisah kisah orang dahulu yang begitu kuat keyakinannya, patut kita jadikan referensi kehidupan seperti di era seperti sekarang ini. Tehnologi yang begitu majunya kadang kita di nina bobokan, dimana suatu keyakinan itu begitu mudahnya berpindah hanya karena nafsyu dunia. Banyak terlihat faktanya seperti kehidupan rumah tangga tak lagi dipandang sebagai suatu yang sangat suci untuk dipertahankan malah kebanyakan umurnya tak seumur jagung.
Mari kita ikuti beberapa kisah kisah dibawah ini:

Pertama. Kisah seorang yang bernama Bilal bin Rabah radhiyallahu’ anhu, beliau adalah seorang muadzin tetap di Masjid Nabawi,  beliau adalah seorang budak milik orang kafir dari Umayyah bin Khalaf, kemudian beliau  memeluk islam sebagai keyakinanya yang baru.  Karena inilah beliau mengalami penyiksaan penyiksaan. Beliau pernah disiksa di sebuah padang pasir yang terik mataharinya sangat menyengat dibaringkan serta ditindih oleh batu besar yang sangat panas pula. “Inginkah kamu mati dengan cara begini, engkau akan tetap hidup jika engkau tinggalkan Islam” seru majikannya. Sebagai budak saat itu beliau hanya bisa menjawab, “ahad..ahad! (maksudnya beliau menyebut “Allah…Allah” yang hanya satu patut disembah).

Beliaupun juga mengalami siksaan dicambuk dengan luka yang sangat parah dan keesokan harinya beliau masih dalam keadaan luka itu dijemur kembali di terik Padang pasir yang menyengat sehingga lukanya semakin parah. Sampai sampai sang penyiksanya keletihan sendiri. Tapi beliau tetap tidak mau mengubah iman keyakinanya. Sampai pada akhirnya beliau dimerdekakan oleh sahabat Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu.

Kedua. Kisah seorang sahabat yang bernama Khabbab bin Al Arat. Beliau adalah juga seorang budak milik seorang wanita kafir. Disebabkan wanita itu ketahuan sering menjumpai Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wassalam, wanita tersebut pernah dihukum oleh majikannya dengan cara menyengatkan besi panas diatas kepalanya. Beliau juga pernah mengalami siksaan dengan cara dikenakan baju besi di badannya dan dijemur juga diterik Padang pasir yang panas sampai terkelupas daging kulit dipunggungnya.

Ketika zaman khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah menyuruh Khabbab radhiyallahu ‘anhu menceritakan kembali penderitaan yang pernah beliau alami, Khabbab radhiyallahu ‘anhu berkata, “Lihatlah punggungku ini!” Khalifah Umar melihatnya dan berkata, “Belum pernah aku melihat punggung yang terluka separah ini!” Khabbab radhiyallahu ‘anhu berkata: ‘’ Pernah aku juga diseret diatas timbunan bara api yang menyala nyala, sehingga lemak dan darah yang mengalir dipunggungku memadamkan bara api itu.”

Ketiga. Kisah sahabat Ammar dan kedua orang tuanya (Yasir dan Summayyah) pernah juga mengalami siksaan dengan cara dibaringkan ditengah terik panasnya Padang pasir sehingga Ayahnyapun wafat disebabkan oleh penyiksaan tersebut. Sedangkan Ibunya Sumayyah radhiyallahu’anha mati syahid karena ditikam kemaluannya dengan tombak  oleh Abu Jahal, beliau tercatat sebagai orang yang pertama mati syahid dalam sejarah Islam. Bayangkan sampai demikian pengorbanan beliau beliau itu dalam mempertahankan teguhnya keyakinannya.

Dari cuplikan kisah kisah diatas sangat luar biasanya mereka mereka dahulu memperjuangkan apa yang menjadi Iman keyakinannya. Di era sekarang ini dengan kemajuan tehnologi yang begitu canggihnya sangat mampu mempengaruhi kehidupan seseorang melalaui tontonan yang disuguhkan oleh media media elktronik melalui HP, TV Cable, Film import, dan diserap begitu gampangnya. Masihkan kita mampu untuk mempertahankan teguhnya keyakinan iman kita seperti yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu kita di zamannya? Wallahualam.(AhmadZahrudin).





Tidak ada komentar: