Selasa, 09 Februari 2016

Jangan meremehkan perintah mendirikan shalat.

Shalat adalah bagian dari rukun Islam. Hukumnya adalah wajib untuk dikerjakan. Dikerjakan mendapat ganjaran pahala, kalau ditinggalkan adalah dosa. Shalat diibaratkan adalah tiang agama. Tiang menjadi pilar penopang, jika pilar penopang itu roboh maka hancurlah semuanya. Jadi jangan pernah meremehkan shalat.

Dalam hadits disebutkan: “ Perkara yang pertama kali ditanya dari seorang hamba nanti di hari kiamat adalah dari amalnya adalah shalatnya. Jika shalatnya diterima, maka amal yang lainnya pun diterima. Jika shalat itu ditolak, maka amalan lainnya pun demikian.”

 Untuk diketahui kegagalan dalam mendirikan shalat adalah”bencana” bagi kita. Karena shalat adalah wajib hukumnya untuk dikerjakan, bila kita meninggalkannya akan mengundang “murka Allah.”

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari(perbuatan) keji dan mungkar dan sesungguhnya mengingat Allah (Shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari Ibadah ibadah yang lain) dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(Surah Al-Ankabut ayat 45).

Dengan mendirikan shalat dan tanpa ada satupun yang ditinggalkan diharapkan akan mampu mengubah pribadi seseorang dari hal hal perbuatan tercela menjadi perbuatan yang menuju kepada suatu kebaikan, membentuk ahlak yang baik dan terpuji. Sudah selayaknyalah kita senantiasa menjaga shalat lima waktu. Dikatakan siapapun yang mampu menjaganya disamakan dengan dia sudah menjaga agamanya.

Tidak cukup bagi kita hanya sekedar membenarkan bahwa shalat itu adalah wajib hukumnya. Tetapi harus desertai dengan tindakan yang tulus untuk mendirikannya. Ketulusan yang disertai oleh dorongan Iman yang kuat.  Iman yang tidak hanya ada dalam bayangan saja, tapi iman yang sungguh sungguh terpatri di lubuk hati terdalam lalu di implementasikan didalam sebuah ujud berupa tindakan nyata.

Lebih afdol lagi jikalau dikerjakan dengan cara berjamaah di masjid atau di langgar. Karena Shalat berjamaah memiliki suatu keistimewaan tersendiri dengan ganjaran 27 kali pahala ketimbang kita shalat sendiri dirumah. Keistimewaan lain ketika kita berdiri menyatu dalam satu shaf  tidak ada lagi tampak jurang  perbedaan status social kita dalam kemasyarakatan.  Selain daripadanya  setiap langkah dan kaki kita menuju Masjid berjamaah sudah terhitung pahalanya.

Rasulullah bersabda: “Shalat berjamaah lebih Utama daripada shalat sendirian dengan 27 kali ganda.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mari mulai saat ini kita tegakan kewajiban shalat 5 waktu kita dengan sungguh sungguh sesibuk apapun urusan dunia kita, jangan sampai terlewatkan. Semoga bermanfaat sedikit ilmu diatas mampu meberikan warning dengan apa yang sudah dilakukan dengan shalat kita.



Tidak ada komentar: