Shalat adalah bagian dari rukun Islam. Hukumnya adalah wajib
untuk dikerjakan. Dikerjakan mendapat ganjaran pahala, kalau ditinggalkan
adalah dosa. Shalat diibaratkan adalah tiang agama. Tiang menjadi pilar
penopang, jika pilar penopang itu roboh maka hancurlah semuanya. Jadi jangan
pernah meremehkan shalat.
Dalam hadits disebutkan: “ Perkara yang pertama kali ditanya
dari seorang hamba nanti di hari kiamat adalah dari amalnya adalah shalatnya. Jika
shalatnya diterima, maka amal yang lainnya pun diterima. Jika shalat itu
ditolak, maka amalan lainnya pun demikian.”
Untuk diketahui
kegagalan dalam mendirikan shalat adalah”bencana” bagi kita. Karena shalat
adalah wajib hukumnya untuk dikerjakan, bila kita meninggalkannya akan
mengundang “murka Allah.”
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab
(Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah
dari(perbuatan) keji dan mungkar dan sesungguhnya mengingat Allah (Shalat)
adalah lebih besar (keutamaannya dari Ibadah ibadah yang lain) dan Allah mengetahui
apa yang kamu kerjakan.”(Surah Al-Ankabut ayat 45).
Dengan mendirikan shalat dan tanpa ada satupun yang
ditinggalkan diharapkan akan mampu mengubah pribadi seseorang dari hal hal
perbuatan tercela menjadi perbuatan yang menuju kepada suatu kebaikan,
membentuk ahlak yang baik dan terpuji. Sudah selayaknyalah kita senantiasa
menjaga shalat lima waktu. Dikatakan siapapun yang mampu menjaganya disamakan
dengan dia sudah menjaga agamanya.
Tidak cukup bagi kita hanya sekedar membenarkan bahwa shalat
itu adalah wajib hukumnya. Tetapi harus desertai dengan tindakan yang tulus
untuk mendirikannya. Ketulusan yang disertai oleh dorongan Iman yang kuat. Iman yang tidak hanya ada dalam bayangan saja,
tapi iman yang sungguh sungguh terpatri di lubuk hati terdalam lalu di
implementasikan didalam sebuah ujud berupa tindakan nyata.
Lebih afdol lagi jikalau dikerjakan dengan cara berjamaah di
masjid atau di langgar. Karena Shalat berjamaah memiliki suatu keistimewaan
tersendiri dengan ganjaran 27 kali pahala ketimbang kita shalat sendiri dirumah.
Keistimewaan lain ketika kita berdiri menyatu dalam satu shaf tidak ada lagi tampak jurang perbedaan status social kita dalam
kemasyarakatan. Selain daripadanya setiap langkah dan kaki kita menuju Masjid
berjamaah sudah terhitung pahalanya.
Rasulullah bersabda: “Shalat berjamaah lebih Utama daripada
shalat sendirian dengan 27 kali ganda.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Mari mulai saat ini kita tegakan kewajiban shalat 5 waktu
kita dengan sungguh sungguh sesibuk apapun urusan dunia kita, jangan sampai
terlewatkan. Semoga bermanfaat sedikit ilmu diatas mampu meberikan warning dengan
apa yang sudah dilakukan dengan shalat kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar